Penelitian dan Kandungan Bawang Putih
Sampai saat ini bawang putih terus dilakukan penelitian untuk menggali khasiat yang terkandung dalam bawang putih. Publikasi hasil penelitian dalam satu dekade terakhir ini terus bermunculan yang hasilnya menunjukkan, bawang putih merupakan salah satu bahan pangan terbaik unutk mencegah timbulnya penyakit.Prof. Dr. Sumali menambahkan, antara tahun 1985-1999, sekitar 32 studi klinik terhadap bawang putih telah dipublikasikan. Studi klinik tersebut menggunakan bahan antara lain serbuk bawang putih dan ekstrak minyak dengan kadar aliin 1-1,4%. Hasilnya, bawang putih berpengaruh terhadap penurunan kadar kolesterol, penurunan kadar lipid dan tekanan darah.
Penurunan kolesterol darah disebabkan terhambatnya beberapa enzim yang berkaitan dengan pembentukan kolesterol, salah satunya adalah 3-hydroxy-3-methylglutaryl CoA reductase (HMGCR). Penurunan tekanan darah disebabkan oleh terhambatnya aktivitas angiotensin converting enzyme (ACE); suatu enzim yang bertanggung jawab terjadinya peningkatan tekanan darah.
Sebagai antioksidan bawang putih sangat efektif sebagai komponenen yang dapat mencegah pembentukan radikal bebas baik secara invitro maupun invivo.
Beberapa penelitian menunjukkan, bawang putih mempunyai efek antioksidan yang sama dengan jahe atau tomat. Dengan segala manfaatnya itu, masihkan kita menyepelekan bawang putih, bumbu-bumbu alami khas Indonesia yang tumbuh melimpah ruah itu?
Khasiat Bawang Putih Bagi Kesehatan tidak hanya populer pada masa kini, tetapi jug sudah berlangsung sejak dimulainya peradaban manusia. Hipocrates mengungkapkan bahwa pada zaman Babilonia dan Yunani, bawang putih biasa dipakai sebagai obat perangsang (prespiran) untuk menyembuhkan sembelit dan pelancara air seni. Dalam catatan sejarah Mesir kuno, bawang putih mempunyai andil besar dalam pembanguan salah satu keajaiban dunia yakni piramida-piramida besar.
Pada saat itu, makanan para pekerja yang dipekerjakan untuk membangun piramida itu diberi bawang putih dalam jumlah besar. Mereka yakin bawang putih bisa menangkal penyakit dan memberi daya tahan tubuh yang kuat. Sementara itu, pada saat terjadi Perang Dunia ke-2 berton-ton bawang putih dikonsumsi oleh para prajuit yang bertempur. Tujuannya, untuk meningkatakan stamina dan kekebalan tubuh mereka terhadap berbagai jenis penyakit. Pengobatan tradisional, terutama pengobatan tradisional Cina, banyak menggunakan tumbuh-tumbuhan, termasuk bawang putih. Kelebihan pengobatan Cina adalah tidak hanya menyembuhkan bagian tubuh yang sakit, tetapi juuga mengobati seluruh bagian tubuh dan meningkatkan kesehatan tubuh. Hal ini disebabkan bahan-bahan yang dipakai merupakan bahan-bahan alami yang bergizi bagi tubuh.
Meskipun memiliki efek menyembuhkan, ada hal yang tidak disenangi dalam mengonsumsi bawang putih, terutama jika dalam jumlah banyak, yakni bau badan dan bau mulut yang menyengat. Bau badan ini disebabkan bawang putih yang terserap lewat aliran darah dikeluarkan sebagai keringat melalui kulit tubuh. Sementara itu, bau mulut disebabkan sisa bawang putih di sela-sela gigi yang tertinggal.
Kandungan Bawang Putih
Meski demikian, Khasiat Bawang Putih Bagi Kesehatan yang besar dalam bidang pengobatan yang telah banyak digunakan oleh pakar kesehatan herbal. Hal ini didukungoleh kemampuan bawang putih dalam bergabung dengan protein dan menguraikannya, sehingga protein tersebut mudah dicerna oleh tubuh. Kandungan kimia yang terkandung dalam bawang putih tiap per 100 gram sebagai berikut :
- Air dengan jumalh 66,2-71,0 g
- Kalori 95,0-122 kkal
- Kalisum yang bersifat menenangkan sehingga cocok digunakan sebagai pencegah hipertensi, sebesar 26-42 mg
- Saltivine yang bisa mempercepat pertumbuhan sel dan jarinagn serta merangsang susunan sel.
- Sulfur 60-120 mg
- Prtotein 4,5-7g
- Lemak 0,2-0,3 g
- Karbohidrat 23,1-24,6 g
- Fosfor 15-109 mg
- Besi 1,4-1,5 mg
- Vitamin A, B dan C
- Kalium 346-377 mg
- Selenium
- Scordinin
Sumber artikel dan foto : bawangputih.org
Terima Kasih Atas Kunjungannya, Silahkan Komentar Anda: